Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Bank of Japan Berencana Menaikkan Suku Bunga 75Bps : Langkah Menuju Normalisasi Kebijakan Moneter



Bank of Japan (BOJ) dijadwalkan menggelar rapat kebijakan moneter pada 18-19 Desember 2025, dengan ekspektasi kuat dari para ekonom dan pasar bahwa bank sentral tersebut akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 0,75%. Jika terealisasi, ini akan menjadi level suku bunga tertinggi dalam 30 tahun terakhir, sejak 1995, dan menandai kenaikan kedua pada tahun ini setelah pause panjang sejak Januari 2025.Latar Belakang dan Alasan KenaikanBOJ, di bawah kepemimpinan Gubernur Kazuo Ueda, telah memulai proses normalisasi kebijakan moneter sejak tahun lalu. Jepang akhirnya keluar dari era suku bunga negatif yang diterapkan sejak 2016, serta mengakhiri program stimulus masif seperti yield curve control. Inflasi di Jepang telah bertahan di atas target 2% selama hampir empat tahun, terutama didorong oleh biaya makanan yang tinggi dan pelemahan yen yang meningkatkan harga impor.Survei Reuters menunjukkan bahwa mayoritas ekonom (sekitar 90%) memprediksi kenaikan menjadi 0,75% pada pertemuan ini. Gubernur Ueda sendiri telah memberikan sinyal kuat, menyatakan bahwa BOJ akan mempertimbangkan "pro dan kontra" kenaikan suku bunga, dengan risiko tarif AS yang memudar membuat proyeksi ekonomi dan inflasi semakin mungkin tercapai. Selain itu, negosiasi upah tahunan menunjukkan prospek kenaikan gaji yang solid pada 2026, mendukung siklus upah-inflasi yang berkelanjutan.Pemerintah Jepang, meski dipimpin oleh Perdana Menteri Sanae Takaichi yang dikenal dovish, dikabarkan toleran terhadap langkah ini, dengan Menteri Keuangan menyatakan tidak ada perbedaan pandangan signifikan dengan BOJ.Dampak Potensial
  • Ekonomi Domestik: Kenaikan ini masih menjaga suku bunga Jepang tetap rendah dibandingkan negara maju lain, sehingga kondisi moneter tetap akomodatif. Namun, yield obligasi pemerintah Jepang (JGB) telah naik ke level multi-dekade, memicu kekhawatiran atas beban utang publik yang besar.
  • Yen dan Pasar Global: Pelemahan yen baru-baru ini menjadi faktor pendorong utama, karena mendorong inflasi impor. Kenaikan suku bunga diharapkan memperkuat yen, meski pasar telah hampir sepenuhnya mematok (priced in) langkah ini.
  • Pasar Keuangan: Beberapa analisis dari sumber crypto menyebut kenaikan ini berpotensi bearish bagi aset berisiko seperti Bitcoin, karena mengurangi daya tarik carry trade (pinjam yen murah untuk investasi aset beryield tinggi). Namun, sumber kredibel seperti Reuters dan Bloomberg menekankan bahwa ini adalah langkah gradual menuju netral, dengan estimasi suku bunga netral BOJ di kisaran 1%-2,5%.
Prospek Ke DepanBOJ diperkirakan akan menegaskan komitmen untuk melanjutkan kenaikan suku bunga secara bertahap, tergantung respons ekonomi terhadap setiap langkah. Survei ekonom memproyeksikan suku bunga mencapai minimal 1% pada September 2026. Fokus pasar kini beralih ke konferensi pers Ueda pasca-pertemuan, untuk petunjuk lebih lanjut mengenai jalur kenaikan selanjutnya.Langkah BOJ ini mencerminkan keyakinan bahwa Jepang sedang meninggalkan era deflasi kronis menuju pertumbuhan yang lebih sehat, meski tantangan seperti perlambatan global dan fiskal tetap ada. Pengumuman resmi dijadwalkan pada 19 Desember 2025.