Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Setelah Robin Hood Kini Giliran Bybit Resmi Masuk Pasar Indonesia, Pasar Crypto Indonesia Sexy?


Bybit Resmi Masuk Pasar Indonesia : 

Langkah Strategis Menuju Ekosistem Kripto yang Lebih Matang?



Jakarta, 11 Desember 2025 – Dunia kripto Indonesia kembali menjadi sorotan global dengan pengumuman terbaru dari Bybit, salah satu bursa kripto terbesar di dunia. Platform yang didirikan pada 2018 ini mengumumkan ekspansi resminya ke pasar Tanah Air melalui kemitraan strategis dengan NOBI, sebuah platform aset keuangan digital lokal. Langkah ini menandai babak baru bagi industri kripto di Indonesia, yang terus menunjukkan pertumbuhan pesat di tengah dukungan regulasi yang semakin kondusif.


Latar Belakang Ekspansi: Potensi Pasar Indonesia yang Menggoda


Indonesia bukanlah pemain baru di dunia kripto. Menurut data terbaru dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), nilai transaksi aset kripto di Indonesia mencapai Rp409,56 triliun sepanjang 2025, menunjukkan pertumbuhan stabil meski di tengah fluktuasi ekonomi global. Dengan lebih dari 20 juta investor kripto aktif, negara kepulauan ini telah menjadi salah satu pasar terbesar di Asia Tenggara. Pemerintah juga semakin proaktif, dengan regulasi baru yang memandang kripto sebagai aset digital inovatif yang kredibel.


Ben Zhou, Co-founder dan CEO Bybit, menekankan optimisme ini dalam wawancara eksklusif di Coinfest Asia 2025. "Indonesia adalah salah satu negara dengan adopsi kripto paling awal. Kami sangat optimis dengan regulator baru dan penerbitan lisensi derivatif yang positif bagi industri," ujar Zhou. Bybit, yang memiliki volume perdagangan harian mencapai US$63 miliar dan lebih dari 75 juta pengguna global, melihat Indonesia sebagai pasar kunci untuk mendukung pengembangan ekosistem kripto lokal.


Sebelumnya, pada September 2025, Zhou telah mengisyaratkan rencana ini saat menghadiri Coinfest Asia di Jakarta. Saat itu, Bybit berfokus pada kolaborasi dengan mitra lokal untuk memenuhi persyaratan lisensi resmi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).


Kemitraan Strategis dengan NOBI: Jembatan Menuju Bybit Indonesia

Pengumuman terbaru pada 9 Desember 2025 mengonfirmasi bahwa Bybit akan meluncurkan **Bybit Indonesia**, sebuah platform khusus yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar lokal. Kemitraan ini dibangun melalui akuisisi atau kolaborasi mendalam dengan NOBI, yang didukung oleh investor seperti AppWorks Ventures (Taiwan) dan AC Ventures (Indonesia). NOBI sendiri telah dikenal sebagai pemain lokal yang patuh regulasi, membantu Bybit melewati proses evaluasi OJK yang sedang berlangsung.


"Bybit mengadopsi pendekatan 'regulatory-first', memprioritaskan kepatuhan di setiap pasar target," tulis laporan dari Cryptonomist. Sebelum ekspansi ke Indonesia, Bybit telah memperoleh lisensi SCA di Uni Emirat Arab dan persetujuan MiCAR di Eropa. Di Indonesia, platform ini akan menawarkan fitur trading spot, futures, dan staking yang aman, dengan dukungan bahasa Indonesia dan integrasi pembayaran lokal seperti Rupiah (IDR).


Reaksi di media sosial pun ramai. Akun @idcryptonetwork di X (sebelumnya Twitter) memposting, "🇮🇩 JUST IN: Bybit Set To Officially Enter The Indonesia Market," yang langsung mendapat 303 like dan 50 repost. Komunitas seperti @coinvestasi menyoroti bagaimana langkah ini mempertegas posisi Indonesia sebagai pasar kunci, sambil memprediksi persaingan yang lebih ketat dengan pemain seperti Robinhood yang juga berencana ekspansi.


Dampak bagi Investor dan Ekosistem Kripto Lokal


Masuknya Bybit diharapkan membawa manfaat bagi investor ritel dan institusional di Indonesia. Platform ini menjanjikan transparansi, keamanan, dan inovasi, termasuk akses ke lebih dari 840 aset kripto, cashback premium, dan dukungan 24/7 dalam 240+ negara. Bagi pengguna lokal, ini berarti opsi trading derivatif yang lebih canggih, yang sebelumnya terbatas pada exchange berizin seperti Indodax atau Tokocrypto.


Namun, tantangan tetap ada. Sebelum pengumuman ini, Bybit sempat diblokir oleh Kominfo pada Juli 2024 karena belum berizin, memaksa pengguna mengandalkan VPN. Kini, dengan proses lisensi OJK yang hampir rampung, Bybit berjanji untuk menjadi "mitra tepercaya" yang mendukung edukasi dan adopsi kripto yang bertanggung jawab.


Dari sisi ekonomi, ekspansi ini bisa mendorong inovasi di sektor fintech. Seperti yang disebutkan oleh Lawrence Samantha, Co-founder NOBI, dalam panel "After Sunset" bersama Tether APAC, kolaborasi ini akan membuka peluang baru bagi startup lokal dan memperkuat posisi Indonesia di peta kripto Asia.


Prospek Masa Depan: Menuju Era Baru Kripto Indonesia


Ekspansi Bybit bukan hanya soal satu platform, melainkan sinyal bahwa Indonesia siap menjadi pusat kripto regional. Dengan rencana RUU P2SK (Perlindungan Pengguna dan Pengembangan Sektor Keuangan) yang menekankan kustodian aset lokal, pemain asing seperti Bybit harus beradaptasi—dan ini justru bisa memperkaya ekosistem.


Bagi investor, saran sederhana: Mulai dengan memahami risiko, gunakan platform berizin, dan manfaatkan tools edukasi seperti Bybit Learn. Saat Bybit Indonesia resmi diluncurkan dalam waktu dekat, pasar kripto Tanah Air diprediksi semakin kompetitif, inklusif, dan inovatif.


Apakah ini awal dari gelombang ekspansi raksasa kripto lainnya? Hanya waktu yang akan menjawab. Yang pasti, Indonesia kini bukan lagi sekadar pasar potensial—melainkan destinasi utama bagi masa depan digital finance.