Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Ekspansi Multi-Chain RLUSD: Ripple Perluas Stablecoin ke Layer 2 Ethereum


Di tengah persaingan ketat di pasar stablecoin yang kini mencapai lebih dari $250 miliar, Ripple mengumumkan langkah besar untuk memperluas Ripple USD (RLUSD) menjadi aset multi-chain sejati. Pada 15 Desember 2025, perusahaan yang fokus pada pembayaran blockchain ini mengungkapkan rencana ekspansi RLUSD ke beberapa Layer 2 (L2) Ethereum, termasuk Optimism, Base (dari Coinbase), Ink (dari Kraken), dan Unichain (dari Uniswap).

Pengumuman ini menandai fase baru bagi RLUSD, stablecoin berbasis dolar AS yang telah mencapai kapitalisasi pasar sekitar $1,3 miliar sejak diluncurkan pada Desember 2024 di XRP Ledger (XRPL) dan Ethereum mainnet.Kemitraan dengan Wormhole untuk Interoperabilitas NativeEkspansi ini difasilitasi melalui kemitraan dengan Wormhole, protokol interoperabilitas cross-chain terkemuka. Ripple memanfaatkan Native Token Transfers (NTT) Wormhole, standar yang memungkinkan RLUSD berpindah antar chain secara native tanpa perlu wrapped token atau aset sintetis.Keuntungan utama NTT:
  • Menjaga likuiditas terpadu dan menghindari fragmentasi.
  • Mengurangi risiko bridge tradisional.
  • Memungkinkan issuance dan kontrol tetap di tangan Ripple, sambil mendukung pergerakan on-chain yang aman.
Saat ini, program pilot sedang berjalan untuk menguji RLUSD di jaringan-jaringan L2 tersebut. Peluncuran penuh dijadwalkan pada 2026, tergantung persetujuan regulasi akhir dari New York Department of Financial Services (NYDFS) dan potensial charter federal dari Office of the Comptroller of the Currency (OCC).Dampak pada DeFi dan Adopsi InstitusionalLayer 2 Ethereum menawarkan transaksi lebih cepat dan biaya lebih rendah dibandingkan mainnet, membuatnya ideal untuk aplikasi Decentralized Finance (DeFi) seperti lending, borrowing, dan swap. Dengan RLUSD hadir di sana, pengguna bisa:
  • Melakukan konversi wrapped XRP (wXRP) ke RLUSD langsung di app DeFi pada Optimism atau Base tanpa keluar dari chain.
  • Mengakses likuiditas lebih dalam untuk pembayaran cross-chain dan settlement institusional.
Jack McDonald, SVP Stablecoin Ripple, menyatakan: “Stablecoins adalah gerbang menuju DeFi dan adopsi institusional. RLUSD dirancang sebagai medium terpercaya dan likuid untuk masuk, berinteraksi, dan keluar dari ekonomi aset digital secara seamless.”Ekspansi ini juga memperkuat posisi RLUSD sebagai stablecoin pertama yang diatur trust AS yang natively hadir di L2, menetapkan standar baru untuk compliance dan efisiensi on-chain.Masa Depan Multi-Chain dan Potensi Lebih LuasRipple menekankan bahwa “masa depan crypto adalah multi-chain”, dan RLUSD harus ada di mana pun ada demand. Rencana ini selaras dengan tren industri, di mana volume stablecoin multi-chain meningkat lebih dari 80% tahun ini menurut Messari.Selain L2 Ethereum, Ripple berencana menambah lebih banyak blockchain pada 2026. Integrasi ini juga mendukung utilitas XRP melalui wXRP, yang kini tersedia di Ethereum, Solana, dan lainnya via custodian seperti Hex Trust.Dengan regulasi kuat (NYDFS Trust Charter) dan fokus pada skalabilitas, ekspansi RLUSD ke Layer 2 ini bisa menjadi katalisator bagi adopsi lebih luas, baik ritel maupun institusional. RLUSD bukan hanya stablecoin Ripple, tapi infrastruktur compliant untuk ekosistem crypto yang semakin terhubung.