Indonesia Masuk 10 Besar Negara Paling Tertarik dengan Memecoin Menurut Laporan CoinGecko 2025
Platform data kripto terkemuka CoinGecko baru saja merilis State of Memecoins Report 2025 pada Desember 2025. Laporan ini mengungkap tren global memecoin sepanjang tahun, termasuk peringkat negara-negara dengan minat tertinggi terhadap aset spekulatif ini.Indonesia berhasil masuk peringkat 10 besar dunia sebagai negara dengan ketertarikan tertinggi terhadap memecoin. Data ini diukur berdasarkan jumlah page views pada halaman memecoin di situs CoinGecko sepanjang 2025, khususnya hingga November.Top 10 Negara Paling Tertarik dengan Memecoin (2025)

- United States
(30% share global interest pada November 2025)
- India
- Nigeria
- Germany
- Türkiye
- Vietnam
- Netherlands
- Philippines
- Brazil
- Indonesia
- Konsistensi Minat: Indonesia telah lama menunjukkan engagement kuat terhadap kripto spekulatif, termasuk memecoin. Ini sejalan dengan tren di Asia Tenggara, di mana negara tetangga seperti Filipina dan Vietnam juga masuk daftar.
- Faktor Demografi: Populasi muda yang tech-savvy, akses mudah ke exchange lokal seperti Tokocrypto dan Indodax, serta pengaruh media sosial (TikTok, X, Telegram) menjadi pendorong utama.
- Tren Regional: Negara emerging markets seperti Indonesia, India, Nigeria, dan Brasil sering kali lebih aktif di aset berisiko tinggi seperti memecoin, karena potensi return cepat dan kultur "degen" (degenerative trading) yang populer di komunitas kripto.
- Puncak Mania 2024: Market cap memecoin mencapai rekor $150.6 miliar pada Desember 2024, didorong oleh kebangkitan Dogecoin, token berbasis Solana (seperti BONK dan WIF), serta platform launch seperti Pump.fun. Pemilu AS dan re-election Donald Trump juga memicu lonjakan token politik (PolitiFi).
- Penurunan Tajam 2025: Minat global turun drastis hingga 81.6% sepanjang 2025, dengan market cap menyusut menjadi sekitar $47.2 miliar pada November. Volume trading harian juga melambat setelah kontroversi launch token seperti TRUMP dan LIBRA.
- Dominasi AS: Minat dari pengguna AS naik dari ~20% di awal tahun menjadi 30% pada November, dipengaruhi oleh perubahan regulasi dan persepsi positif terhadap kripto di era Trump.
