Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Kerja Sama Visa dan Solana: Revolusi Settlement Pembayaran dengan Stablecoin USDC


Visa
mengumumkan ekspansi signifikan dalam program pilot stablecoin-nya, dengan meluncurkan kemampuan settlement menggunakan
USDC (stablecoin yang diterbitkan oleh Circle) di Amerika Serikat melalui blockchain Solana. Langkah ini menandai integrasi lebih dalam antara sistem pembayaran tradisional dengan teknologi blockchain, mempercepat proses settlement dan meningkatkan efisiensi bagi institusi keuangan.

Latar Belakang Kerja SamaKerja sama Visa dengan Solana bermula sejak September 2023, ketika Visa memperluas kapabilitas settlement stablecoin-nya ke blockchain Solana, selain Ethereum. Saat itu, Visa bekerja sama dengan merchant acquirers seperti Worldpay dan Nuvei untuk menguji transfer jutaan USDC guna menyelesaikan pembayaran fiat melalui jaringan VisaNet.Visa memilih Solana karena keunggulannya: kecepatan transaksi tinggi (ribuan TPS dengan biaya rendah), waktu blok hanya 400 milidetik, dan kemampuan skalabilitas yang jauh lebih baik dibandingkan blockchain lain. Hingga November 2024, program pilot global Visa telah mencapai volume settlement stablecoin tahunan sebesar $3,5 miliar.Ekspansi terbaru ini membawa inovasi tersebut ke pasar AS, di mana bank dan fintech kini bisa menyelesaikan kewajiban ke Visa menggunakan USDC langsung di Solana.Detail Ekspansi Terbaru (Desember 2025)
  • Peserta Awal: Cross River Bank dan Lead Bank telah mulai menggunakan layanan ini untuk settlement dengan Visa melalui Solana.
  • Keuntungan Utama:
    • Settlement 7 hari seminggu (termasuk akhir pekan dan hari libur), berbeda dari sistem tradisional yang terbatas pada hari kerja.
    • Pengurangan waktu settlement dari hari menjadi hampir instan.
    • Peningkatan manajemen likuiditas dan otomatisasi treasury tanpa mengubah pengalaman konsumen (pembayaran kartu tetap sama).
  • Kolaborasi dengan Circle: Visa memperdalam kemitraan dengan Circle, bahkan menjadi design partner untuk blockchain baru Circle bernama Arc (sedang dalam tahap testnet publik).
  • Rencana Masa Depan: Ketersediaan lebih luas untuk institusi AS direncanakan sepanjang 2026, dengan potensi ekspansi global lebih lanjut.
Rubail Birwadker, Global Head of Growth Products Visa, menyatakan: "Institusi keuangan tidak hanya bertanya tentang stablecoin—mereka sedang mempersiapkan untuk menggunakannya."Dampak bagi Ekosistem Solana dan KriptoIntegrasi ini memperkuat posisi Solana sebagai blockchain pilihan untuk pembayaran institusional berkat performa tinggi dan biaya rendah. Stablecoin seperti USDC, yang didukung 1:1 oleh dolar AS, menjadi jembatan antara keuangan tradisional (TradFi) dan decentralized finance (DeFi).Bagi Indonesia dan Asia Tenggara, perkembangan ini bisa membuka peluang lebih besar untuk pembayaran lintas batas yang cepat dan murah, terutama dengan pertumbuhan adopsi kripto di kawasan ini.Kerja sama Visa-Solana ini bukan hanya pilot lagi, melainkan langkah nyata menuju masa depan pembayaran digital yang lebih efisien dan inklusif. Dengan regulasi stablecoin yang semakin jelas (seperti GENIUS Act di AS), adopsi serupa diharapkan meluas secara global dalam waktu dekat.