Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Ngerii!!! Rekor Baru Hacker Korea Utara dalam Pencurian Kripto Tahun 2025


 

Di era digital yang semakin rentan terhadap serangan siber, hacker yang diduga berafiliasi dengan pemerintah Korea Utara (Republik Demokratik Rakyat Korea/DPRK) telah mencatatkan prestasi buruk baru. Menurut laporan terbaru dari perusahaan analisis blockchain Chainalysis yang dirilis pada 18 Desember 2025, kelompok hacker ini berhasil mencuri setidaknya $2,02 miliar dalam bentuk cryptocurrency sepanjang tahun ini. Angka ini merupakan rekor tertinggi sepanjang sejarah, melampaui catatan sebelumnya pada 2024 yang mencapai $1,3 miliar, dengan peningkatan hingga 51%

Pencurian ini menyumbang sekitar 59-60% dari total kerugian global akibat hack kripto yang mencapai $3,4 miliar pada 2025. Secara kumulatif, Korea Utara diperkirakan telah mengumpulkan lebih dari $6,75 miliar sejak pencatatan dimulai, dana yang diduga digunakan untuk mendanai program senjata nuklir, rudal balistik, dan menghindari sanksi internasional dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Serangan Besar yang Menyumbang RekorFaktor utama di balik rekor ini adalah serangkaian serangan canggih terhadap platform kripto terkemuka. Yang paling menonjol adalah hack terhadap exchange kripto berbasis di Dubai, Bybit, pada Februari 2025. Dalam insiden ini, hacker berhasil menggasak sekitar $1,5 miliar (sebagian besar dalam bentuk Ethereum), menjadikannya sebagai pencurian kripto terbesar dalam sejarah. Badan Penyelidik Federal (FBI) AS dan lembaga intelijen lainnya langsung mengaitkan serangan ini dengan Lazarus Group, kelompok hacker elit yang beroperasi di bawah Biro Intelijen Umum Rekonaisans (Reconnaissance General Bureau) Korea Utara. Selain Bybit, beberapa serangan lain yang dikaitkan dengan Korea Utara meliputi:
  • WOO X (Juli 2025): Pencurian senilai $14 juta dari sembilan akun pengguna.
  • Seedify (September 2025): Kerugian sekitar $1,2 juta.
  • Upbit (November 2025): Pencurian antara $30-36 juta, menargetkan exchange kripto terbesar di Korea Selatan.
Menariknya, meskipun nilai pencurian meningkat secara signifikan, jumlah insiden hack secara keseluruhan justru menurun hingga 74% dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa hacker Korea Utara semakin fokus pada target bernilai tinggi dengan teknik yang lebih canggih, seperti eksploitasi kerentanan protokol DeFi (Decentralized Finance) dan phishing terhadap dompet pribadi.Metode dan Dampak GlobalHacker Korea Utara dikenal dengan strategi mereka yang melibatkan social engineering, malware, dan eksploitasi kelemahan keamanan di ekosistem kripto. Mereka sering menyamar sebagai pekerja IT atau developer untuk menyusup ke perusahaan teknologi, seperti yang terungkap dalam laporan Chainalysis. Selain itu, dana hasil curian dicuci melalui mixer kripto seperti Tornado Cash atau dijual di pasar gelap untuk diubah menjadi mata uang fiat.Dampak dari aktivitas ini tidak hanya finansial, tapi juga geopolitik. Pencurian kripto ini membantu Korea Utara menghindari sanksi ekonomi internasional, yang semakin ketat sejak pengembangan program nuklirnya. Laporan Chainalysis menekankan bahwa serangan ini menjadi "peringatan" bagi industri kripto global, di mana kerentanan masih tinggi meskipun regulasi semakin ketat. Di Afrika dan wilayah berkembang lainnya, peningkatan serangan terhadap dompet pribadi juga menjadi ancaman serius, dengan lonjakan hingga ratusan persen. Langkah Pencegahan dan Masa DepanUntuk mengatasi ancaman ini, para ahli merekomendasikan peningkatan keamanan seperti penggunaan wallet hardware, autentikasi dua faktor (2FA), dan audit rutin protokol blockchain. Pemerintah AS dan sekutu telah meningkatkan sanksi terhadap entitas terkait Korea Utara, termasuk pemblokiran akun palsu di platform seperti Amazon. Rekor pencurian kripto oleh hacker Korea Utara di 2025 ini menjadi pengingat bahwa dunia siber semakin menjadi medan perang ekonomi. Dengan teknologi yang terus berkembang, industri kripto harus lebih proaktif dalam melindungi asetnya agar tidak jatuh ke tangan aktor negara yang nakal.