Setelah juara 3, OpenMind rencanakan demo robot di Jakarta 2026, integrasi dengan Grab untuk logistik otonom.
Di tengah persaingan ketat dunia AI dan robotik global, Openmind platform AI open-source yang fokus pada sistem operasi robot cerdas—mencatat prestasi gemilang dengan meraih posisi ketiga di Nebius Robotics & Physical AI Awards 2025.
Penghargaan ini diumumkan pada 9 Desember 2025 di Computer History Museum, Mountain View, California, AS, dalam acara Nebius Robotics and Physical AI Summit & Awards Ceremony. Keberhasilan ini bukan hanya kemenangan bagi tim OpenMind, tapi juga bukti bahwa inovasi AI dari Asia Tenggara mulai bersaing di panggung Silicon Valley.
Apa Itu Nebius Robotics & Physical AI Awards?Nebius, perusahaan cloud AI berbasis NVIDIA GPUs yang dikenal sebagai "ultimate cloud for AI explorers", menggelar awards ini untuk merayakan startup dan scale-up yang merevolusi industri robotik melalui AI fisik (physical AI). Dari 254 submission global—termasuk dari AS, Eropa, Inggris, dan Asia—hanya 55 perusahaan yang lolos ke final. Panel juri, terdiri dari pakar industri seperti eksekutif NVIDIA dan pemimpin biotech, memilih 3 pemenang per kategori berdasarkan inovasi, efisiensi, dan dampak nyata.Kategori utama mencakup:- Foundation Models & Robot Brains : Fokus pada model AI dasar untuk otak robot dan adaptasi morfologi.
- AI Discovery Award (terpisah, untuk biotech dan healthtech).
- Kategori lain seperti drug discovery dan genomics.
Openmind
, ini berarti akses komputasi canggih untuk percepatan pengembangan.Prestasi Openmind
: Dari Teleoperation ke Robot AdaptifOpenmindi
, yang dipimpin oleh tim developer berbasis Jakarta dengan bio "Creating a world where robots think, learn and work together", menonjol di kategori Foundation Models & Robot Brains. Mereka bersaing dengan raksasa seperti startup Eropa dan AS, tapi unggul berkat inovasi di teleoperation adaptif (kontrol jarak jauh robot yang menyesuaikan bentuk secara dinamis) dan real-world robot control—teknologi yang memungkinkan robot belajar dari lingkungan nyata tanpa simulasi sempurna.Seperti yang dibagikan oleh influencer crypto Piyush (@web3_piyush
) di X, "Watching @openmind_agi
take 3rd place... says a lot about where they’re heading. This wasn’t some hype farm competition. It was hosted by @nebiusai
in Silicon Valley backed by Nvidia
." Postingan ini langsung viral, dengan 1.700+ views dan dukungan dari komunitas AI Indonesia.Apa yang membuat OpenMind spesial?- OM1 + FABRIC: OS open-source untuk robot cerdas, plus lapisan kontrol AI desentralisasi untuk koordinasi skala besar (mirip swarm robotics).
- App Mobile: Sudah tersedia di iOS dan Android, memungkinkan user biasa test AI robot via smartphone.
- Integrasi Crypto: Baru saja partner dengan Circle untuk x402 payments menggunakan USDC, memungkinkan transaksi mikro untuk robot otonom—sebuah langkah pionir di "machine economy".
Openmindi bukan lagi startup kecil. Mereka raised $20M+ dari VC top seperti Pantera Capital (Agustus 2025) dan Amber Group, plus kolaborasi dengan Coinbase dan NEAR. Prestasi ini memperkuat posisi mereka sebagai bridge antara AI, robotik, dan blockchain.
Dampak bagi Ekosistem AI IndonesiaKemenangan ini datang di saat yang tepat, pasca FOMC hawkish dan IPO SUPA oversubscribed yang dorong minat investasi tech di Indonesia. Openmind
, dengan akar di Jakarta, jadi inspirasi bagi developer lokal—terutama setelah sukses proyek seperti PorpFirm di crypto syariah. DevRel mereka, Prachi Sethi (@prachi1615
), sebutkan di bio X bahwa tim siap kolaborasi lebih luas.Komunitas bereaksi positif: "Excited to watch how their tech evolves from here," tulis Piyush, mencerminkan optimisme. Awards ini juga buka pintu untuk ekspansi : OpenMind rencanakan demo robot di Jakarta 2026, integrasi dengan Grab untuk logistik otonom.Tantangan dan Prospek ke DepanMeski juara 3, kompetisi tetap ketat—juara 1 dan 2 didominasi startup AS dengan funding ratusan juta. Tantangan OpenMind: Skalabilitas di pasar berkembang dan regulasi AI di Indonesia (masih dibahas OJK dan Kominfo). Tapi, dengan credits Nebius, mereka bisa optimasi model di cloud NVIDIA, potensial capai AGI-level untuk robot.CEO OpenMind (via statement di situs) bilang: "This win validates our vision of collaborative robots. We're not just building tech; we're creating a future where AI works for everyone."Kesimpulan: Openmind_agi
bukan lagi underdog—mereka juara yang layak di arena global. Bagi investor dan developer Indonesia, ini sinyal: Waktunya all-in ke physical AI. Disclaimer: Ini bukan saran investasi. DYOR sebelum bergabung ekosistem apa pun.Sumber: Nebius.com, OpenMind.org, postingan X
@web3_piyush
, dan Cryptopolitan. Gambar acara awards tersedia di nebius.com/robotics-physical-ai-awards.
